| Implementasi Pembelajaran Mendalam |
Seputaran edukasi - Pembelajaran Deep learning merupakan pendekatan pembelajaran yang sedang hype-hypenya dipopulerkan dan digalakkan oleh kementerian pendidikan dasar dan menengah pada kurikulum pembelajaran. Namun tahukah sahabat guru, bahwa deep learning adalah pendekatan pembelajaran yang telah digunakan oleh negara-negara maju contohnya negara norwegia. Sejak tahun 1976 Marton dan Säljö memperkenalkannya melalui publikasi ilmiah mereka tentang tingkatan peserta didik dalam memproses informasi pembelajaran. Tingkatan tersebut yaitu terbagi menjadi dua bagian penting: pembelajaran mendalam dan pembelajaran permukaan.
Pengaplikasian pembelajaran mendalam mencakup beberapa komponen penting yang terkoneksi pada Taksonomi Bloom yakni,
1. Menerapkan
2. Menganalisis
3. Mengevaluasi
4. Mencipta
Lalu bagaimana mengaplikasikan pendekatan deep learning kedalam kelas sahabat guru, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan.
Pertama, Tentukan Tujuan Pembelajaran dengan tingkatan Berpikir Tinggi
Tujuan Pembelajaran perlu di buat guna mengetahui pembelajaran agar lebih fokus dan terarah
Gunakan rumus ini:
Subject Can+ Cognitive Skill + Concept + Method/Context
Siswa dapat menerapkan hubungan antara luas permukaan dan volume pada bangun ruang sisi datar melalui percobaan atau simulasi.
Kedua, Memberikan Pertanyaan Pemantik
Pertanyaan ini menstimulasi anak untuk berpikir kritis dan memancing rasa ingin tahu anak. Sehingga anak lebih termotivasi dalam mengikuti kegiatan pemebelajaran.
contoh pertanyaan pemantik:
“Menurut kalian, apa yang membuat benda bisa terapung di air?”
Ketiga, Menggunakan pembelajaran yang Kontekstual
Menghubungkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari adalah hal yang selanjutnya harus dilakukan oleh sahabat guru. Karena dengan adanya pembelajaran yang kontekstual dari kehidupan sehari-hari siswa dapat lebih memahami kegunaan pelajaran dan mereka dapat mengaplikasikan pemebelajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari
Keempat, Kolaborasi dan Diskusi
Diskusi menuntut siswa menganalisis, menilai, dan menyimpulkan. Mereka belajar mempertahankan pendapat dengan alasan logis, bukan sekadar meniru jawaban guru.Seluruh siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok, membuat model bangun ruang dari kertas karton, lalu menjelaskan konsep luas permukaan dan volume yang digunakan.
Kelima, Refleksi serta Penilaian Autentik
Terakhir adalah refleksi guru dan siswa. Guna sahabat guru merefleksi yakni sebagai evaluasi proses pembelajaran, baik keberhasilan maupun kelemahan pembelajaran serta refleksi juga sebagai alat memahami respon dan kebutuhan siswa sahabat guru sekalian.
contoh refleksi untuk siswa: Guru meminta siswa menulis refleksi tentang apa yang mereka pahami, kesulitan yang mereka hadapi, dan strategi yang mereka gunakan.
contoh refleksi untuk guru:
1. Apakah kegiatan pembelajaran hari ini sudah mendorong siswa untuk berpikir kritis dan mendalam?
2. Apakah pertanyaan pemantik yang saya berikan mampu membuat siswa penasaran dan aktif mencari tahu?
3. Bagian mana dari pembelajaran yang membuat siswa paling antusias. Adakah bagian yang membuat siswa terlihat bingung atau kurang terlibat?
itulah cara Mengaplikasikan Deep Learning di Kelas. Semoga tulisan ini membantu sahabat guru semua dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam pada kurikulum merdeka.